ASUHAN KEBIDANAN LETAK SUNGSANG

B A B I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Persalinan adalah suatu moment yang menyenangkan sebagai suatu perjuangan untuk menjalankan peranan sebagai wanita sekaligus peranan seorang ibu dengan berbagai kemungkinan resiko, dalam hal ini ibu termasuk kategori ibu bersalin yang beresiko tinggi karena kehamilan yang di alami ibu adalah kehamilan dengan letak sungsang sehingga dalam proses persalinan bidan berperan memberikan motifasi dan Asuhan Sayang Ibu, serta penerapan Lima Aspek Dasr atau Lima Benang Merah yang penting dan saling terkait dalam asuhan yang bersih dan nyaman. Serta pemantauan janin yang ketat diawali dari pemeriksaan kehamilan yang rutin. Dengan demikian diharapkan depat mengurangi dan menangani morbiditas dan mortalitas pada ibu bersalin, karena kejadian letak sungsang berkisar antara 2%-3% bervariasi diberbagai tempat. Sekalipun kejadiannya kecil tetapi mempunyai penyulit yang besar dengan angka kematian sekitar 20%-30%.

Padas letak kepala, kepala merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu, sedangkan persalinan letak sungsang justru kepala merupakan bagian dari bayi yang lahir terakhir.

Persalinan kepala pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme “moulage” karena susunan tulang dasar kepala yang rapat dan padat, sehingga hanya mempunyai waktu 8 menit, setelah badan lahir. Keterbatasan waktu persalinan kepala dan tidak mempunyai mekanisme moulage dapat menimbulkan kematian bayi yang besar.

Persalinan letak sungsang dalam laporan ini, disebutkan banyak berpengaruh terhadap ibu seperti : kemungkinan robekan pada perineum lebih besar, juga kiarena dilakukan tindakan, selain itu ketuban lebih cepat pecah dan partus lebih lama, jadi mudah terkena infeksi.

Terhadap janin bisa terjadi gangguan  peredaran darah plasenta setelah bokong lahir dan juga setelah perut lahir karena tali pusat terjepit antara kepala panggul dan anak bisa menderita asfiksia. Yang mana pengaruh tersebut merupakan salah satu penyebab angka morbiditas dan mortalitas maternal dan neonatal. Penulis tertarik untuk mengambil kasus Asuhan Kebidanan pada Ny,”D” G1 P0000 Ab000 UK 38 minggu T/H/I Inpartu Kala 1 Fase Laten dengan Letak Sungsang.

Dengan demikian dapat diketahui apakah hal ini sesuai dengan teori yang telah ada baik dalam hal penanganan atau lainya. Sehingga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman penulis yang masih membutuhkan banyak bimbingan serta arahan baik dari pembimbing klinik lapangan dan pembimbing pendidikan yang dapat bermanfaat untuk saat ini atau yang akan datang dem I kemajuan dan peningkatan dalam Asuhan Kebidanan yang bermutu dan relevan sesuai dengan standart yang berlaku.

 

1.2  Tujuan Penulisan

1.1.1        Tujuan Umum

Melalui penulisan laporan ini diharapkan mahasiswa dapat menerapkan dan melaksanakan pelayanan/ asuhan kebidanan pada ibu bersalin, sehingga menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam proses belajar praktek klinik lapangan di Pustu Gunung Rejo yang masih banyak memerlukan bimbingan, pengetahuan, arahan, pengalaman serta ketrampilan.

 

1.1.2        Tujuan Khusus

Dengan disusunnya laporan ini mahasiswa diharapkan :

1.      Mahasiswa dapat mengkaji dan menganalisa data

2.      Mahasiswa dapat mengidentifikasi diagnosa dan masalah

3.      Mahasiswa dapat mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial

4.      Mahasiswa dapat mengidentifikasi kebutuhan segera

5.      Mahasiswa dapat merencanakan asuhan kebidanan

6.      Mahasiswa dapat melaksanankan asuhan kebidanan yang telah direncanakan

7.      Mahasiswa dapat mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan

1.3  Ruang Lingkup

Ruang lingkup asuhan kebidanan ini hanya pada asuhan kebidanan pada Ny. “D” G1 P0000 Ab000 UK 38 minggu T/H/I Inpartu kala 1 fase laten dengan letak sungsang di Pustu Gunung Rejo tanggal 9 Desember 2006.

1.4  Metode Penulisan

Metode penulisan yang penulis gunakan dalam laporan Asuhan Kebidanan ini adalah melalui :

a.       Metode kepustakaan dengan membaca literatur yang berkaitan dengan topik masalah.

b.      Praktek langsung dengan memberikan asuhan dan pendekatan pada klien inpartu di Pustu Gunung Rejo.

c.       Data sekunder yaitu rekam medik atau status kesehatan klien.

d.      Serta bimbingan dan arahan dari pembimbing klinik lapangan dan pendidikan.

 

1.5  Tempat dan waktu Pelaksanaan

Laporan ini adalah hasil kegiatan praktek klinik lapangan di Pustu Gunung Rejo yang dilaksanakan tanggal 9 Desember 2006.

 

1.6  Sistematika Penulisan

BAB I       : Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

1.2  Tujuan Penulisan

1.2.1   Tujuan Umum

1.2.2   Tujuan Khusus

1.3  Ruang Lingkup

1.4  Metode Penulisan

1.5  Pelaksanaan

1.6  Sistem Penulisan

BAB II      : Tinjauan Pustaka

BAB III    : Tinjauan Kasus

BAB IV    : Pembahasan

BAB V      : Penutup

                    5.1 Kesimpulan

                    5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B A B II

TINJAUAN TEORI

 

2.1 Pengertian

Letak sungsang adalah keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bawah kavum uteri

(Ilmu Kebidanan, Sarwono)

 

2.2 Etiologi

Penyebab letak sungsang dapat berasal dari :

2.2.1 Sudut Ibu

a.    Keadaan rahim

-          Rahim arkuatus

-          Septum pada rahim

-          Uterus dupleks

-          Mioma bersama kehamilan

b.    Keadaan plasenta

-          Plasenta letak rendah

-          Plasenta previa

c.    Keadaan jalan lahir

-          Kesempitan panggul

-          Deformitas tulang panggul

-          Terdapat tumor menghalangi jalan lahir dan perputaran ke posisi kepala

2.2.2 Sudut Janin

          Pada janin terdapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsang :

a.       Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat

b.      Hidrosefalus atau anensefalus

c.       Kehamilan kembar

d.      Hidramnion atau oligohidramnion

e.       Prematuritas

 

 

2.3 Diagnosis

a.       Palpasi

Kepala teraba difundus, bagian bawah bokopng dan punggung di kiri atau kanan

b.      Auskultasi

Djj paling jelas terdengar pada tempat yang lebih tinggi dari pusat

                                              

                                         Djj x     Djj x

 
   

 

 

 

c.       Pemeriksaan Dalam

Dapat diraba os sakrum, tuber ischii, dan anus, kadang-kadang kaki (pada letak kaki)

Bedakan antara :

-          Lubang kecil                                            – menghisap

-          Tulang –                           anus                 – rahang                       mulut

-          Isap –                                                       – lidah

-          Mekonium +

-          Tumit                                                        – jari panjang

-          Sudut 900                                 kaki                       - tidak ada                   tangan siku

-          Rata jari-jari                                             – patella -

d.      Pemeriksaan foto rontgent : bayangan kepala di fundus

2.4 Bentuk-bentuk letak sungsang

berdasarkan komposisi dari bokong dan kaki dapat di tentukan beberapa bentuk letak sungsang sebagai berikut :

a.Letak bokong murni

-       Teraba bokong

-       Kedua kaki menjungkit

-       Kedua kaki bertindak sebagai spalk

b. letak bokong kaki sempurna

-       Teraba bokong

-       Kedua kaki berada di samping bokong

c. letak bokong tidak sempurna

-       Teraba bokong

-       Disamping bokong teraba satu kaki

d. letak kaki

-       Bila bagian terendah teraba salah satu dan kedua kaki atau lutut

-       Dapat dibedakan : letak kaki terendah, letak lutut bila lutut terendah

Untuk menentukan berbagai letak sungsang dapat di lakukan dengan melakukan pemeriksaan dalam, pemeriksaan foto abdomen, dan pemeriksaan ultrasonografi.

2.5 Prognosis

a.       Bagi Ibu

Kemungkinan robekan pada perineum lebih besar, juga karena dilakukan tindakan, selain itu ketuban lebih cepat pecah dan partus lebih lama, jadi mudah terkena infeksi.

b.      Bagi Anak

Prognosa tidak begitu baik, larena adanya gangguan peredaran darah plasenta setelah bokong lahir dan juga setelah perut lahir, tali pusat terjepit antara kepala dan panggul, anak bisa menderita asfiksi.

2.6 Penatalaksanaan

2.6.1 Saat Kehamilan

diusahakan melakukan persalinan ke arah letak kepala. Versi luar (eksternal versi) dilakukan pula pada kasus letak lintang yang dapat menuju letak kepala atau letak bokong.

2.6.2 Pertolongan diselesaikan dengan :

A.       Pertolongan persalinan pervaginam

1.      Pertolongan fisiologis secara brach

2.      Ekstraksi parsial

a.       Secara klasik

b.      Secara mueller

c.       Secara loevset

3.      Persalinan kepala

a.       Secara mauriceau veit smellie

b.      Mempergunakan ekstraksi forsep

4.      Ekstraksi bokong totalis

a.       Ekstraksi bokong

b.      Ekstraksi kaki

B.            Pertolongan persalinan dengan seksio sesarea

 

2.7 Komplikasi Pertolongan persalinan letak sungsang

Komplikasi persalinan letak sungsang dapat dibagi sebagai berikut :

2.7.1 Komplikasi pada ibu

 Trias komplikasi ibu : perdarahan, robekan jalan lahir, dan infeksi

2.7.2 Komplikasi pada bayi

 Trias komplikasi bayi : asfiksi, trauma persalinan, infeksi

a.       Asfiksia bayi

Dapat disebabkan oleh :

-          Kemacetan persalinan kepala : aspirasi air ketuban-lendir

-          Perdarahan atau oedema jaringan otak

-          Kerusakan medula oblongata

-          Kerusakan persendian tulang leher

-          Kematian bayi karena asfiksia berat

b.      Trauma persalinan

-          Dislokasi-fraktura persendian, tulang ekstremitas

-          Kerusakan alat vital : lien, hati, paru-paru atau jantung

-          Dislokasi fraktura persendian tulang leher : fraktura tulang dasar kepala; fraktura tulang kepala, kerusakan pada mata, hidung atau telinga; kerusakan pada jaringan otak.

c.       Infeksi dapat terjadi karena

-          Persalinan berlangsung lama

-          Ketuban pecah pada pembukaan kecil

-          Manipulasi dengan pemeriksaan dalam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KONSEP PENANGANAN LETAK SUNGSANG

 
   

 

 

 

LETAK SUNGSANG

¨       Palpasi/ Auskultasi

¨      USG/ Foto abdomen

 

                                                                       

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                       

 

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B A B III

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN

PADA Ny. “D” G1 P0000 Ab000 UK 36-38 MINGGU T/H/I  INPARTU KALA I FASE LATEN DENGAN

LETAK SUNGSANG DI KAMAR BERSALIN PUSKESMAS XX

 

 

3.1 PENGKAJIAN DATA

Tanggal    : 09-12-2006                                     Jam      : 10.30 wib

Tempat     : Di Pustu Gunung Rejo

A. DATA SUBYEKTIF

1.      Biodata

Nama                : NY. “D”                                Nama               : Tn. “B”

Umur                : 28 th                                      Umur               : 36 th

Pendidikan       : SMA                                     Pendidikan      : SMA

Pekerjaan          : IRT                                        Pekerjaan         : Swasta

Agama              : Islam                                     Agama             : Islam

Alamat              : xxx                                        Alamat                        : xxx

2.      Keluhan Utama

Ibu mengatakan perutnya kenceng-kenceng dan keluar lendir dan darah dari kemaluannya

3.      Riwayat Kehamilan Sekarang

Ibu mengatakan selama hamil ibu memeriksakan kehamilannya 9 kali dari awal kehamilan sampai sekarang dan di awal kehamilannya ibu mengalami mual muntah sempai usia kehamilan 3 bulan. Ibu mengatakan usia kehamilannya saat ini adalah 9 bulan dan ibu merasakan gerakan janinnya.

4.      Riwayat Kesehatan yang lalu

Ibu mengatakan tidak memiliki penyakit menular, menurun, menahun, seperti DM, HT, Asma, dll.

5.      Riwayat Kesehatan Keluarga

Dalam keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit menular, menurun, menahun dan tidak ada keturunan kembar baik dari pihak istri maupun suami.

6.      Riwayat Haid

HPHT   : 13-3-2006

TP         : 20-12-2006

Siklus    : 28 hari

Lama    : ± 7 hari

7.      Riwayat KB

Ibu mengatakan belum pernah mengikuti program KB

8.      Pola Kebiasaan sehari-hari

a.       Pola istirahat

Selama hamil : ibu tidur siang ± 2 jam, malam hari ± 8 jam tidak ada gangguan

b.      Pola aktifitas

Selama hamil : ibu melakukan aktifitas sebagai ibu rumah tangga (memasak dan menyapu, dsb)

c.       Pola eliminasi

Selama hamil : BAB 1 x/hari, konsistensi lembek, warna kuning

                          BAK ± 5 x/hari, warna kuning jernih

d.      Pola nutrisi

Selama hamil : makan 3 x/hari, menu : lauk pauk, sayur, kadang buah

e.       Personal hygiene

Selama hamil : mandi 2 x/hari, ganti celana dalam tiap kali mandi dan ganti baju tiap kali mandi, gosok gigi tiap kali mandi, keramas 2x seminggu

f.       Data psikososial

Kehamilan ini di inginkan oleh ibu, suami dan keluarga.

Hubungan ibu dengan keluarga dan tetangga baik

 

B. DATA OBYEKTIF

1.    Pemeriksaan Umum

K/U                    : baik

Kesadaran          : composmentis

Tekanan Darah  : 120/80 mmHg

Nadi                   : 84 x/menit

Suhu                  : 365 0C

Berat badan       : 73 kg (saat hamil), sebelum : 65 kg

Tinggi badan      : 165 cm

 

2.    Pemeriksaan Fisik

Kepala             : bentuk bulat, raqmbut lurus, tidak rontok

Muka               : # pucat, # oedem, # hiperpigmentasi, tampak menahan nyeri

Mata                : Simetris, conjungtiva # anemis, sklera # kuning

Hidung            : Simetris, # secret, # pernapasan cuping hidung

Mulut              : Bibir tidak kering,, # stomatis, # caries gigi

Telinga            : Simetris, # serumen, # gangguan pendengaran

Leher               : # pembesaran Vena jugolaris dan # pembesaran kelenjar tyroid

Dada               : # nyeri tekan, # retraksi dinding dada, payudara simetris dan nampak membesar, putting susu menonjol, adanya hiperpigmentasi pada areola mamae# nyeri tekan di payudara, # benjolan abnormal pada payudara, colostrum belum keluar, putting susu kenyal.

Perut                 : tampak membesar sesuai UK, # bekas operasi, adanya linea nigra

Leopold I               : TFU pertengahan antara pusat dan Px, TFU= 33 cm, teraba kepala di fundus

Leopold II           : teraba punggung di sebelah kanan, DJJ + 12-11-11 (138 x/mnt)

   Leopold .III         : bokong masuk PAP (       )

   Leopold IV          : masuk PAP 3/5 bagian (       )

   His                       : 10’x 2 x 30” (jarang, tidak adekuat)

Genetalia         : # oedem, # varises, # kelainan, adanya pengeluaran lendir dan darah.

Ekstremitas : atas dan bawah simeris,  # oedem

Perut    :

            Ekstremitas     : # oedem -/-,akral hangat +/+

3.    Pemeriksaan Dalam

Tanggal 09-12-2006                              jam      : 11.00 wib

-          Vulva/ vagina tampak mengeluarkan lendir dan darah

-          Terdapat pembukaan 3 cm

-          Dengan penipisan 50%

-          Ketuban +

-          Bagian terendah teraba bokong

-          Bagian terdahulu (denominator) os sakrum

-          Terdapat pada hodge II

 

 

 

3.2 IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH

DX           : G1 P0000 Ab000 UK 36-38 minggu T/H/I Inpartu kala 1 fase laten dengan letsu

DS            : Ibu mengatakan perutnya kenceng-kenceng dan keluar lendir dan darah dari kemaluannya

DO           : Abdomen :

Leopold I        : TFU pertengahan antara pusat dan Px, TFU= 33 cm, teraba kepala di fundus

   Leopold II    : teraba punggung di sebelah kanan, DJJ + 12-11-11 (138 x/mnt)

   Leopold .III : bokong masuk PAP (       )

   Leopold IV              : masuk PAP 3/5 bagian (       )

   His                : 10’x 2 x 30” (jarang, tidak adekuat)

¨      Genetalia           : # oedem, # varises, # kelainan, adanya pengeluaran lendir dan darah.

¨          Pemeriksaan dalam :

-             Vulva/ vagina tampak mengeluarkan lendir dan darah

-             Terdapat pembukaan 3 cm

-             Dengan penipisan 50%

-             Ketuban +

-             Bagian terendah teraba bokong

-             Bagian terdahulu (denominator) os sakrum

-             Terdapat pada hodge II

 

3.3 IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL

¨      Pada ibu         : – partus lama

  – persalinan macet

¨      Pada bayi       : – asfiksi

  – trauma kelahiran

3.4 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

Rujuk

3.5 INTERVENSI

DX           : G1 P0000 Ab000 UK 36-38 minggu T/H/I Inpartu kala 1 fase laten dengan letsu

Tujuan      : tidak terjadi komplikasi

KH           : – ibu dan janin dalam keadaan sehat

                   – persalinan dapat berjalan lancar

Intervensi :

1.      Jelaskan pada ibu tentang keadaan kehamilannya

R/ dengan adanya penjelasan klien dapat kooperatif dalam setiap tindakan

2.      Lakukan observasi TTV dan CHPB

R/ deteksi dini perubahan yang terjadi sesuai parameter

3.      Persiapan proses rujukan

R/ antisipasi kegawat daruratan yang terjadi pada pasien

 

3.6 IMPLEMENTASI

DX           : G1 P0000 Ab000 UK 36-38 minggu T/H/I Inpartu kala 1 fase laten dengan letsu

1.      Menjelaskan pada ibu bahwa pembukaan hampir lengkap dan ketuban sudah pecah, dan ibu harus segera dirujuk agar tidak terjadi kegawat daruratan

2.      Lembar observasi

Tanggal /

jam

TTV

CHPB

TD (mmHg)

N

S

RR

C

H

P

B

09-12-2006/ 10.30 wib

 

 

 

09-12-2006/ 13.15 wib

 

 

 

09-12-2006/

13.30 wib

( RUJUK )

120 / 80

 

 

 

 

120 / 80

 

 

 

 

120 / 80

 

84 x/’

 

 

 

 

84 x/’

 

 

 

 

84 x/’

365 0 C

 

 

 

 

365 0C

 

 

 

 

365 0 C

20 x/’

 

 

 

 

20 x/’

 

 

 

 

20 x/’

12-11-11

 

 

 

 

12-11-11

 

 

 

 

12-11-11

10’x4x40”

 

 

 

 

10’ x4x40”

 

 

 

 

10’ x4x40”

Φ 3 cm

Eff : 50%, ket +, H II, letkong

Φ 8 cm, eff : 75%, ket -, H III, anus +

Φ 9 cm, eff 75%, ket -, H IV, letkong

Kosong

 

 

 

 

Kosong 

 

 

 

 

Kosong

 

 

 

3.      Menyiapkan prosedur rujukan dengan menggunakan BAKSOKU :

B    : bidan yang mengantar adalah bidan Ririn dan mahasiswa praktek

A    : alat yang dibawa adalah partus set, heating set

K    : keluarga yang menyertai adalah suami

S     : surat rujukan termasuk informed consent

O    : obat yang di bawa untuk merujuk adalah oxytocin

K    : kendaraan yang di gunakan adalah mobil carteran

U    : uang disediakan oleh keluarga

 

3.7 EVALUASI

Tanggal    : 9-12-2006                              jam      : 13.30

DX           : G1 P0000 Ab000 UK 36-38 minggu T/H/I Inpartu kala 1 fase laten dengan letsu

S   :- ibu mengatakan pasrah pada yang diatas tentang proses persalinannya

-       ibu mengatakan setuju untuk dirujuk dan juga keluarga menyetujuinya demi keselamatan   ke-2nya

O            : -TTV : K/U               : baik

Kesadaran     : composmentis

TD                 : 120/80 mmHg

Nadi              : 84 x/menit

Suhu              : 365 0C

                – CHPB : His              : 10’ x 4 . 40”

                                VT              : Φ 9 cm

                                 Eff             : 75 %

                                 Ket                        : (-), H IV

                                 Djj             : (+), 12-11-11 / menit teratur

                                 Presentasi bokong

-                 Bidan siap mengantar pasien ketempat rujukan dengan peralatan, surat dan informed consent yang telah di tandatangani

-                 Keluarga ikut mengantar ke tempat rujukan

-                 Kendaraan siap megantar ke tempat rujukan

A  : Ibu “D” G1 P0000 Ab000 UK 36-38 minggu T/H/I Inpartu kala 1 Fase Aktif dengan letsu

P   : – mengantar pasien ke tempat rujukan

       – mendelegasikan perawatan pasien pada perawat RS Mutiara Bunda

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

1.      Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. YBPS, Jakarta

2.      Prawirohardjo, Sarwono. 1999. Ilmu Kebidanan. YBPS. Jakarta

3.      Ida Bagus, Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. EGC, Jakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B A B IV

PEMBAHASAN

 

     Dalam kasus Asuhan Kebidanan pada Ny. “D” G1 P0000 Ab000 UK 36-38 minggu T/H/I Inpartu kala 1 Fase Laten dengan LETSU tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Karena dalam teori bahwa untuk kasus Letak Sungsang sebaiknya adalah dilakukan proses persalinan di Rumah Sakit untuk mengantisipai kegawat daruratan dan juga dalam APN bahwa Letak Sungsang masuk dalam 19 penapisan yang memerlukan penanganan khusus. Dan di lapangan telah di lakukan sesuai prosedur yaitu pasien di rujuk ke Instansi yang lebih tinggi (Rumah Sakit).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B A B V

PENUTUP

 

5.1 Kesimpulan

            Asuhan Kebidanan Ny. “D” G1 P0000 Ab000 UK 36-38 minggu T/H/I Inpartu kala 1 Fase Laten dengan Letak Sungsang.

       Terjadi pada ibu dengan usia 28 tahun dengan kehamilan primi, dalam hal ini ibu termasuk kategori Resiko Tinggi yang membutuhkan pengawasan baik saat hamil terlebih lagi dalam proses persalinan. Dengan Asuhan Kebidanan ibu dengan kehamilan letak sungsang dapat segera di atasi dengan merujuk guna antisipasi kegawat daruratan yang mungkin terjadi.

 

5.2 Saran

            Persalinan adalah hal yang membutuhkan suatu pengawasan sesuai dengan standart, dalam kasus ini adalah ibu bersalin dengan letak sungsang. Diharapkan klien dan Nakes dapat bekerja sama dengan baik, karena kehamilan dengan letak sungsang dapat berpengaruh terhadap ibu dan janin yang di kandungnya dalam proses persalinannya. Juga membutuhkan pengawasan yang baik terutama selama pemeriksaan kehamilan (ANC) untuk memantau keadaan janin.

            Salah satunya adalah dengan KIE tentang cara menungging yang benar selama kehamilan mulai pada awal trimester ke III, dalam hal ini KIE yang di berikan pada ibu saat ANC sangat di butuhkan. Selain Nakes, klien juga harus berperan aktif dalam kehamilan, persalinan dan nifas, sehingga penyulit tidak akan terjadi. Terutama pada Nakes bahwa harus lebih mampu mendeteksi letak janin di dalam kandungan karena lebih awal di ketahui adanya ke tidak normalan posisi janin akan laebih mudah antisipasi dalam penanganan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: